Bacaan Surat Al Kahfi 1-10, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

Satu dari beberapa sunah di hari Jumat adalah membaca surat Al Kahfi. Keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, yaitu akan disinari cahaya di antara dua Jumat. Mengutip tulisan Prima bin Firdaus Roni al Mirluny dalam Buku Mengenai Surat Al Kahfi, ada hadis shahih yang menyebutkan tentang anjuran membaca Al Kahfi di hari Jumat.

Rasullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya diantara dua Jum’at”." Sangat baik untuk menghafal surat Al Kahfi di sepuluh ayat awal dan sepuluh ayat akhir, karena akan terlindungi dari Dajjal.

“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat awal dari surat alKahfi, ia akan terlindungi dari Dajjal.” Al Kahfi artinya Gua, dinamakan Al Kahfi karena surat ini ini berisikan tentang kisah ashab Al Kahfi (para penghuni gua) yang mendapat mukjizat yang menakjubkan. Surat al Kahfi berjumlah 110 ayat dan tergolong surat Makiyyah, kecuali ayat 38 dan 86 sampai 101 yang merupakan ayat Madaniyyah.

Surat ini menduduki urutan ke 18 dalam mushaf al Qur’an dan Surat ini diturunkan setelah surat Al Ghasyiyah. Berikut bacaan surat Al Kahfi ayat 1 10, lengkap dengan terjemahan serta latinnya. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١ Al ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al Qur'an) kepada hamba Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢ Qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun hu wa yubasysyiral mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ ٣ Mākiṡīna fīhi abadā Mereka kekal di dalamnya untuk selama lamanya.

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ ٤ Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ٥ Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا ٦ Fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal ḥadīṡi asafā Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an).

٧ اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلً Innā ja'alnā mā 'alal arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ ٨ Wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā Dan Kami benar benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا ٩ Am ḥasibta anna aṣ ḥābal kahfi war raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

Iż awal fityatu ilal kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā (Ingatlah) ketika pemuda pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.